Selasa, 20 September 2022

PERAN HUMAS DALAM TUGAS INSTANSI PEMERINTAH SEBAGAI TUGAS/ SEKSI INFORMASI.

 

PERAN HUMAS DALAM TUGAS INSTANSI PEMERINTAH 

SEBAGAI TUGAS/ SEKSI INFORMASI.

 

Keberadaan unit kehumasan di sebuah lembaga atau instansi pemerintah merupakan keharusan secara fungsional dan operasional dalam upaya menyebarluaskan atau untuk mempublikasikan tentang sesuatu kegiatan atau aktivitas instansi bersangkutan yang ditujukan baik untuk masyarakat ke dalam maupun kepada masyarakat luar umumnya

Setiap lembaga atau instansi punya keinginan  berhasil mencapai tujuannya. Keberhasilan tersebut tidak dapat dicapai hanya berdasarkan kemampuan yang ada pada lembaga itu saja. Disamping itu perlu adanya pengertian,penerimaan dan keikutsertaan publiknya.

Seorang humas harus mampu menciptakan poin positif sehingga akan dapat meningkatkan penjualan atau citra positif sebuah organisasi di mata publik. Bagian kehumasan selalu berkaitan dengan dunia luar sehingga ia akan lebih banyak menghabiskan kegiatan di luar ruangan atau di lapangan. Ia bertugas mengedukasikan kepada khalayak serta memperkenalkan kelebihan serta keunggulan sebuah organisasi. Yang pada akhirnya akan menarik minat sehingga akan banyak yang bergabung ke dalam organisasi atau membeli produk hasil buatan para anggota yang tergabung dalam organisasi itu sendiri.             

Yang dimaksud dengan publik adalah publik internal maupun eksternal.

Menurut John D. Millet dalam Rosady Ruslan (2001 : 108)

Mengemukakan peran humas/ PR dinas instansi atau lembaga pemerintahan terdapat beberapa hal dalam melaksanakan tugas atau kewajiban utamanya, antara lain :

1.    Mengamati dan mempelajari keinginan-keinginan, dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat (learning about public desires and aspiration).

2.    Kegiatan untuk memberikan nasihat atau sumbang saran dalam menanggapi apa yang sebaiknya dapat dilakukan instansi/ lembaga pemerintah seperti yang dikehendaki oleh pihak publiknya (advising the public about what is should desire).

3.    Kemampuan untuk mengusahakan terciptanya hubungan memuaskan antara publik dengan para pejabat pemerintahan (ensuring satisfactory contact between public and government official).

4.    Memberikan penerangan dan informasi tentang apa yang telah diupayakan oleh suatu lembaga/ instansi pemerintahan yang bersangkutan (informing and about what agency is doing.

 

SECARA GARIS BESAR, HUMAS/ PR INSTANSI PEMERINTAH MEMILIKI PERAN GANDA.

1.    Fungsi keluar adalah berupaya memberikan informasi atau pesan-pesan sesuai dengan kebijaksanaan dan tujuan dari lembaga yang bersangkutan terhadap kepentingan masyarakat sebagai khalayak sasaran.

2.    Fungsi ke dalam adalah humas wajb menyerap aspirasi atau keinginan publik/ masyarakat yang diselaraskan dengan kepentingan bagi instansinya demi tercapainya tujuan bersama.

Ada tiga fungsi utama humas, yaitu sebagai berikut :

1.    Memberikan penerangan kepada masyarakat.

2.    Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung.

3.    Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/ lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebalikya.

Humas menurut pakar humas Internasional, Cutlip & Center, and Canfield (1982) dalam Rosady Ruslan (2006 : 19 ) sebagai berikut:

1.    Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/ organisasi).

2.    Membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publiknya/ masyarakat  yang merupakan sasaran.

3.    Mengidentifikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat terhadap organisasi yang diwakilinya, atau sebaliknya.

4.    Melayani keinginan publik dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat bersama.

5.    Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari badan/ organisasi ke publik atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.

Secara otomatis, fungsi humas termasuk fungsi manajemen dalam rangka mencapai tujuan sentral organisasi/ lembaga/ perusahaan.

Fungsi humas dapat diwujudkan melalui beberapa aspek pendekatan atau strategi humas menurut Rosady Ruslan (2006 : 142-144) yaitu :

  1. Strategi operasional

Melalui pelaksanaan program Humas yang dilakukan dengan pendekatan kemasyarakatan (sociology approach), melalui mekanisme social kultural dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dari opini publik atau kehendak masyarakat terekam pada setiap berita atau surat pembaca dan lain sebagainya yang dimuat di berbagai media massa. Pihak humas mutlak untuk mendengar keluhan, aspirasi dari masyarakat juga menindaklanjuti akan keluhan dan aspirasi tersebut.

  1. Pendekatan persuasif dan edukatif

Fungsi humas adalah menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada pihak publiknya yang bersifat mendidik dan memberikan penerangan, maupun dengan melakukan pendekatan persuasif, agar tercipta saling pengertian, menghargai, pemahaman, toleransi, dan sebagainya.

  1. Pendekatan tanggung jawab sosial humas

Menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial bahwa tujuan dan sasaran yang hendak dicapai tersebut bukan ditujukan untuk mengambil keuntungan sepihak dari publik sasarannya (masyarakat), namun untuk memperoleh keuntungan bersama.

  1. Pendekatan kerja sama

Berupaya membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan berbagai kalangan, baik hubungan ke dalam (internal relations) maupun hubungan ke luar (eksternal relations) untuk meningkatkan kerja sama. Humas berkewajiban memasyarakatkan misi instansi yang diwakilinya agar diterima oleh atau mendapat dukungan masyarakat (publik sasarannya).Hal ini dilakukan dalam rangka menyelenggarakan hubungan baik dengan publiknya (community relations), dan untuk memperoleh opini publik serta perubahan sikap yang positif bagi kedua belah pihak (mutual understanding).

  1. Pendekatan koordinatif dan integratif

Untuk memperluas peranan PR di suatu masyarakat, maka fungsi Humas dalam arti sempit hanya mewakili lembaga/ institusinya.

Tetapi peranannya yang lebih luas adalah berpartisipasi dalam menunjang program pembangunan dan ketahanan nasional di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankamnas.

Dari beberapa fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

1.    Humas atau PR suatu lembaga mempunyai peranan yang penting baik itu di lingkup internal maupun ekstenalnya.

 

2.    Dalam hal ini praktisi PR bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diharapkan dan diinginkan oleh publiknya. Dipihak lain, dia juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.

  1. Fasilitator proses pemecahan masalah (Problem solving process fasilitator)

Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan masalah ini bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat hingga mengambil keputusan dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional.

  1. Teknisi komunikasi (Communication technician)

Peranan ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi.

FUNGSI DAN PERANAN HUMAS

 

Fungsi utama humas, yaitu sebagai berikut :

  1. Memberikan penerangan kepada masyarakat.
  2. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung.
  3. Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya.

Fungsi public relations / humas menurut pakar humas Internasional, Cutlip & Center, and Canfield (1982) dalam Rosady Ruslan (2006 : 19) adalah:

  1. Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/ organisasi).
  2. Membina hubungan yang harmonis antara badan/ organisasi dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran.
  3. Mengidentifikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat terhadap badan/ organisasi yang diwakilinya, atau sebaliknya.
  4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat bersama.
  5. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari badan/ organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.“

Pendapat lain menjelaskan bahwa fungsi staf humas adalah mewakili publik pada manajemen dan manajemen pada publik sehingga tercipta arus komunikasi dua arah, baik bagi informasi maupun perilaku.Secara otomatis, fungsi humas termasuk fungsi manajemen dalam rangka mencapai tujuan sentral organisasi/ lembaga/ perusahaan.

  1. Strategi operasional

Melalui pelaksanaan program Humas yang dilakukan dengan pendekatan kemasyarakatan (sociology approach), melalui mekanisme social kultural dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dari opini publik atau kehendak masyarakat terekam pada setiap berita atau surat pembaca dan lain sebagainya yang dimuat di berbagai media massa. Pihak humas mutlak untuk mendengar keluhan, aspirasi dari masyarakat juga menindaklanjuti akan keluhan dan aspirasi tersebut.

  1. Pendekatan persuasif dan edukatif

Fungsi humas adalah menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada pihak publiknya yang bersifat mendidik dan memberikan penerangan, maupun dengan melakukan pendekatan persuasif, agar tercipta saling pengertian, menghargai, pemahaman, toleransi, dan sebagainya.

  1. Pendekatan tanggung jawab sosial humas

Menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial bahwa tujuan dan sasaran yang hendak dicapai tersebut bukan ditujukan untuk mengambil keuntungan sepihak dari publik sasarannya (masyarakat), namun untuk memperoleh keuntungan bersama.

  1. Pendekatan kerja sama

Berupaya membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan berbagai kalangan, baik hubungan ke dalam (internal relations) maupun hubungan ke luar (eksternal relations) untuk meningkatkan kerja sama. Humas berkewajiban memasyarakatkan misi instansi yang diwakilinya agar diterima oleh atau mendapat dukungan masyarakat (publik sasarannya).Hal ini dilakukan dalam rangka menyelenggarakan hubungan baik dengan publiknya (community relations), dan untuk memperoleh opini publik serta perubahan sikap yang positif bagi kedua belah pihak (mutual understanding).

  1. Pendekatan koordinatif dan integratif

Untuk memperluas peranan PR di suatu masyarakat, maka fungsi Humas dalam arti sempit hanya mewakili lembaga/ institusinya.Tetapi peranannya yang lebih luas adalah berpartisipasi dalam menunjang program pembangunan dan ketahanan nasional di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankamnas.

Beberapa fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa humas atau PR suatu lembaga mempunyai peranan yang penting baik itu di lingkup internal maupun ekstenalnya.

1. Penasehat ahli (expert prescriber)

Seorang praktisi PR yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya.

  1. Fasilitator komunikasi (communication fasilitator)

Dalam hal ini praktisi PR bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diharapkan dan diinginkan oleh publiknya. Dipihak lain, dia juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.

  1. Fasilitator proses pemecahan masalah (Problem solving process fasilitator)

Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan masalah ini bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat hingga mengambil keputusan dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional.

  1. Teknisi komunikasi (Communication technician)

Peranan ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi.

KOMUNIKASI DAN HUMAS

Dalam melaksanakan fungsi dan perannya, humas berpusat pada komunikasi.

-      Praktisi humas harus mempunyai keterampilan komunikasi yang baik.

-      Lancar tidaknya kegiatan humas khususnya sangat bergantung pada komunikasi.

-      Dengan komunikasi, kita terutama humas dapat menciptakan persamaan pengertian mengenai informasi, ide, pemikiran, dan sikap terhadap orang lain, sehingga menumbuhkan terciptanya persamaan serta pengertian mengenai pesan tertentu.

Akhirnya dan yang terpenting dari semua, seorang pejabat humas haruslah seseorang yang ahli dalam aspek komunikasi.

      1.  Source, yaitu individu atau pejabat Humas yang berinisiatif sebagai sumber atau untuk menyampaikan pesan-pesannya.

2.    Message, suatu gagasan, dan ide berupa pesan, informasi, pengetahuan, ajakan, bujukan, atau ungkapan bersifat pendidikan, emosi dan lain sebagainya yang akan disampaikan komunikator kepada perorangan atau kelompok tertentu (komunikan).

3.    Channel, berupa media, sarana, atau saluran yang dipergunakan oleh komunikator dalam mekanisme penyampaian pesan-pesan kepada khalayaknya.

4.    Effect, suatu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan tersebut. Dapat berakibat positif maupun negatif tergantung dari tanggapan, persepsi, dan opini dari hasil komunikasi tersebut.”

Publik mengakui dan menghargai suatu kinerja yang baik dalam kegiatan komunikasi secara efektif, dan sekaligus kinerja yang baik tersebut untuk menarik perhatian publik serta tujuan penting yang lainnya dari fungsi public relations.

 

Pengertian Informasi

1.    Menurut situs Wikipedia informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.

2.    Secara etimologi, informasi berasal dari bahasa Perancis Kuno yaitu informacion (1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, dan ide”.

3.    Menurut Joner Hasugian informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media.

4.    Menurut Kenneth C. Laudon informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan oleh manusia.

5.    Anton M. Moeliono menyatakan bahwa informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.

Pengertian informasi tersebut hampir sama dengan yang dinyatakan oleh Robert G. Murdick, menurutnya informasi adalah data yang telah didapatkan, diolah/ diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan.

Data yang dimaksud dalam hal ini adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata serta sebagai representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya.

Dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan pengumpulan, penyimpanan, pemprosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta atau pesan yang dibutuhkan agar orang dapat mengerti secara jelas.

 Sumber :

-     Edward L. Bernay dalam Rosady Ruslan (2006 : 18)
-      Rosady Ruslan (2006 : 142-144)
-      Dozier & Broom (1995) dalam Rosady Ruslan (2006 : 20-21)
-      Robert G. Murdick,
-      Menurut situs Wikipedia informasi
-      Secara etimologi, informasi

 (*Anie/Dok HukormasRSMH)

 

 

 

Senin, 12 September 2022

Pembekalan Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Fak Kedokteran UNSRI di RSMH Palembang

 

Pembekalan Peserta Didik Program Pendidikan

Dokter Spesialis Fak. Kedokteran UNSRI di RSMH Palembang

 


Pendidikan Profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan. Penguasaan keilmuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik menjadi salah satu penentu utama kualitas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pentingnya penjaminan mutu Pendidikan Profesi harus disadari oleh segenap pemangku kepentingan terkait sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Sebagai upaya penjaminan mutu pendidikan dan pelayanan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Senin 12/9/2022 memberikan pembekalan bagi para peserta didik sebelum memasuki lingkungan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang di lantai 8 Graha Eksekutif RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

 

Acar pemberkalan ini dihadiri oleh Direktur Utama RSMH Palembang dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS beserta jajaran direksi dan pejabat RSMH juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unsri beserta Para Wakil Dekan

 

dr. Siti Khalimah dalam kata sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh PPDS 106 orang yang diterima secara resmi menjadi peserta didik civitas akademika Universitas Sriwijaya (UNSRI) Fakultas Kedokteran. selamat atas keberhasilan saudara semua dalam melakukan persaingan yang ketat meraih tempat untuk belajar di FK Unsri Palembang

 

“Tidak semua calon mahasiswa yang berminat dapat diterima menjadi mahasiswa di FK Unsri , pihak panitia telah menseleksi saudarasaudara dari seluruh calon peserta didik yang mendaftar melalui seleksi yang ketat dan kompetitif”. Tambahnya.

 

“Kepada para peserta didik yang nanti akan menjalani proses pendidikan di RSMH, kami berharap, secara proaktif untuk mempelajari, Regulasi, prosedur, Alur dan lainnya terkait pelayanan, pendidikan maupun penelitian yang berlaku di RSMH.” Pungkasnya!.

 

Dalam rangka menerapkan pelayanan professional di bidang kesehatan, terutama di Rumah Sakit Pendidikan, peserta didik harus dibekali dengan pengetahuan dan skill sebelum memulai praktik kepaniteraan di rumah sakit Pendidikan

 

https://humasrsmh.blogspot.com. www.rsmh.co.id. (Doc Humas RSMH//Suhaimi)

Selasa, 06 September 2022

RSMH Palembang Menerima Penghargaan Kinerja Pengelolaan Keuangan Terbaik (Katagori Pagu Besar)

 

RSMH Palembang Menerima Penghargaan

Kinerja Pengelolaan Keuangan Terbaik (Katagori Pagu Besar)

 

RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang menerima penghargaan sebagai Penghargaan BLU dengan Kinerja Pengelolaan Keuangan Terbaik (Katagori Pagu Besar)

 

Pemberian penghargaan dilakukan atas penilaian  kinerja anggaran terbaik berdasarkab beberapa kriteria, Indeks Kinerja Pengelolaan Anggaran ( IKPA), Maturity BLU, Keaktifan dalam Komunikasi dan Koordinasi dengan DJPB dan Capaian Terhadap Target

 

Direktur Keuangan & Barang Milik Negara RSMH Palembang Ekwanto, SE.Ak, MM  menerima langsung penghargaan  Dalam acara Focus Group Discussion ( FGD) dengan tema “Strategi Penyusunan RBA Berkualitas”,   Aula Utama GKN Palembang,  Rabu, (7/9/2022)

 

Ekwanto dalam rilisnya mengatakan penghargaan yang diterima  RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang memacu  komitmen semua civitas hospitalia RSMH untuk meningkatkan mutu pelayanan sehingga menjadikan pilihan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan meningkatnya kesejahteraan SDM RSMH Palembang

 

"Terima kasih kepada seluruh civitas RSMH Palembang Kerja atas kinerja yang telah dilaksanakan sehingga berhasil memperoleh penghargaan ini,  saya berharap pencapaian ini dapat dipertahankan.“.ucap Ekwanto.

 

Kegiatan Forum BLU Sesi Ill Tahun 2022 ini dihadiri para  Direktur BLU Lingkup Wilayah Sumatera Selatan Forum ini  juga sebagai sarana koordinasi dan konsultasi bagi satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) Wilayah Sumatera Selatan

 

www.rsmh.co.id . https://humasrsmh.blogspot.com (Doc Humas RSMH/*Suhaimi).

Selasa, 23 Agustus 2022

RSMH Palembang Mulai Vaksinasi Booster ke 2


 

RSMH Palembang Mulai Vaksinasi Booster ke-2

 

 

PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Kesehatan telah memulai vaksinasi Covid-19 booster kedua atau dosis keempat bagi tenaga kesehatan (Nakes). Itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 bagi SDM Kesehatan.

 

 

Pada surat edaran tersebut, pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster pertama. Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua yang telah mendapatkan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

 

Mulai hari Senin  22 Agustus 2022 dilaksanakan Vaksinasi Covid-19 Booster ke 2  bagi SDM RSMH Palemban. Ketua Tim Vaksinasi 19 Booster ke 2 RSMH Harjito, SPd, SKep, Ners, MARS mengatakan bahwa dalam melaksanakan edaran Kemkes no HK.02.02/c/3615/ 2022 entang Vaksinasi Covid 19 dosis Booster ke 2 bagi tenaga kesehatan

RSMH ditunjuk  untuk  memulai Vaksinasi booster ke 2 ini.

Diketahui alasan nakes harus booster ke 2 ini adalah :

1. Nakes merupakan kelompok yg beresiko tinggi terpapar.

2. Kemampuan Sub varian yg bisa menghindari kekebalan tubuh.

3. Sudah 9 -12 bulan mendapatkan booster pertama sehingga antibodi menurun

 

“Target sasaran keseluruhan di RSMH berjumlah 4.139 (SDM RSMH 3.175 org, PPDS Sp1 ;468 org, Sp2 ; 11 org dan dokter muda 485 org) Target penyelesaian 16 hari seluruh tenaga kesehatan di RSMH telah divaksin booster ke 2 ini.” Pungkasnya.

 

 

Plt Direktur Utama RSMH Palembang dr. Msy. Rita Dewi,M.S. Sp.A(K),MARS saat diwawancarai mengenai kelancaran pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Booster ke 2 di RSMH “Alhamdulillah karena kita sudah pernah melaksanakan dari vaksinasi pertama sampai saat ini ya insya Allah pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Booster ke 2 ini mudah-mudahan bisa berjalan lancar sampai selesai.” ungkapnya

 

 


“Seluruh Civitas RSMH Palembang tentunya harus Vaksinasi Covid 19 Booster ke 2 ini  nah, dengan harapan ini menjadi satu role model atau contoh tidak takut untuk di vaksin, adanya vaksinasi dari seluruh  SDM RSMH Palembang maka masyarakat pun meyakini bahwa vaksinasi ini memang penting dan harus dijalankan tanpa rasa takut.” Tambahnya.

 

 

 

Pelaksanaan kegiatan Vaksinasi Covid 19 Booster ke 2 di RSMH Palembang tetap menerapkan protokol kesehatan,  perlu diingat vaksinasi saja belum cukup memberi perlindungan prima dalam mencegah penularan. Sehingga penerapan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun

 

(Doc Humas RSMH/*Suhaimi)





www.rsmh.co.id

https://humasrsmh.blogspot.com

Rabu, 10 Agustus 2022

SEMARAK KEGIATAN HUT RI DI RSMH PALEMBANG

 SEMARAK KEGIATAN HUT RI DI RSMH PALEMBANG


Hari Kemerdekaan Republik Indonesia moment yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Saat ini Tahun 2022 rakyat Indonesia kemballi memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 77. 

Berdasarkan surat edaran dari pemerintah tentang kegiatan perayaan HUT RI ke 77 tahun ini mengusung Tema HUT ke-77 “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tema ini merefleksikan tekad dan daya juang pantang menyerah Bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, pulih lebih cepat, dan bangkit lebih kuat untuk mengisi kemerdekaan demi kemajuan bangsa.

 

Moment kemerdekaan memang selalu ditunggu-tunggu tidak hanya memeriahkan tetapi juga dapat mengajarkan makna perjuangan dan sikap menjaga kemerdekaan yang telah dirasakan  selama 77 tahun tersebut.

Perayaan Kemerdekaan RI di Rumah Sakit Umum Pusar Dr. Mohammad Hoesin Palembang dilengkapi dengan beberapa agenda kegiatan

1. Mengibarkan bendera sejak tanggal 1 Agustus

2. Memasang spanduk, umbul2, backdrop " pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat

3. Melaksanakan kegiatan lomba- lomba berhias ruangan, tenis meja, badminton dll

4. Mengikuti upacara detik2 proklamasi secara virtual

Ketua Panitia Kegiatan Indah Nurmala Dewi, S.Kp, MHSM mengatakan kegiatan "HUT RI yang dilaksanakan di RSMH ini diharapkan dapat  menumbuhkan semangat perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan   dan Civitas hospitalia dapat meneruskan perjuangan dengan meraih prestasi


"RSMH Palembang juga mengadakan  kegiatan Sosial seperti Donor Darah. Kegiatan donor darah ini diikuti oleh pegawai RSMH. Kegiatan  donor darah diseleksi terlebih dahulu melalui screening atau pemeriksaan dari dokter  untuk mengecek dahulu apakah mereka memiliki kondisi badan yang sehat, dalam artian memiliki tensi darah dan kadar sel darah yang cukup, memiliki berat badan yang cukup, tidak meminum obat-obatan, tidak menggunakan narkoba, dan tidak memiliki riwayat penyakit yang menular" Lanjutnya!

Semua agenda kegiatan ini  agar dilakukan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19 secara ketat, serta memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku" Pungkasnya!.

Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, semoga semangat perjuangan para pahlawan selalu tertanam didalam jiwa dan raga !!! MERDEKA!!!

 

(Doc Humas RSMH/Suhaimi)
www.rsmh.co.id
https://humasrsmh.blogspot.com